Dari Abu Hurairah ra, ia berkata, 'Rasulullah Shallahu 'Alaihi Wassalam memberi kabar gembira kepada para sahabatnya dengan bersabda:
Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah SWT mewajibkan kepadamu puasa di dalamnya; pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat; juga terdapat dalam bulan ini malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka ia tidak memperoleh apa-apa." (HR. Ahmad dan an-Nasa`i)
Sabtu, Agustus 7
Jumat, Juli 2
Lihatlah hari-hariku !!
Posted by abu arkan at 03.43 Jumat, Juli 2
Kucoba mengetuk hatiku malam ini dengan pertanyaan “apa gerangan yang telah menimpa saat ini pada mereka yang telah mendahuluiku? sanak-saudara yang telah wafat, teman-temanku yang telah di alam kubur, tetanggaku, orang-orang dekat….ntah, apa yang mereka alami saat ini?
Wallahualam, hanya Allah SWT yang tahu, aku hanya mencoba menerka-nerka dan membayangkan seandainya adzab yang mereka dapatkan, betapa tersiksanya mereka. Iya, aku takut, aku takut tapi tetap kucoba kondisikan jiwaku untuk merasakan kekejaman malaikat yang menyiksa di alam kubur, ular besar yang mematuk-matuk karena lalai mengerjakan sholat.
Ku mencoba mengenang wajah-wajah orang yang kukenal yang telah wafat itu. Terbayang wajah-wajah mereka yang dulu penuh dengan kesenangan, kebahagian dan kesukesan, namun lalai..tapi aku tidak tahu kondisi mereka di sana. Terbayang mereka yang abid, rajin beribadah wajib maupun sunnah…tapi aku tidak tahu kondisi mereka disana. Terbayang wajah-wajah yang sedih karena cobaan yang menderanya…tapi lagi-lagi aku tak tahu apa yang sebenarnya pada mereka di sana. Kuhanya bisa mendoakan mereka..karena aku tidak tahu keputusanNya terhadap mereka.
Sekarang aku hanya tahu timbunan tanah telah menghapus sebagai tubuh mereka. Dahulu mereka sibuk dengan segala kegiatannya, berangan-angan untuk bisa hidup senang di dunia, bermain, tertawa-tawa tetapi mereka lalai dekat dan menghamba padaNya…dan lupa akan mati.
Dahulu mereka mereka gagah kesana-kemari sekarang kaki-kaki itu telah remuk. Dahulu mereka pandai bicara, sekarang lidah meraka telah lenyap digerogoti ulat tanah.
Akupun bertanya lagi pada diri ini, Apakah yang telah aku persiapkan? aku lupa akan kematian, aku memiliki angan-angan yang panjang di dunia ini ?
Astaghfirullah!…..akupun kebanyakan seperti mereka yang lalai.
Lihatlah hari-hariku, tidur disaat malam menjelang, tapi tak tersirat risau tak kembali dibangunkanNya.
Astaghfirullah!…..Lihatlah hari-hariku, pergi bekerja di pagi hati dan sepanjang siang, tetapi tanpa terselip rasa takut jikalau umur tak mencapai sore tiba. Dan lihatlah, aku menyia-nyiakan waktuku untuk kesia-siaan, senda gurau berlebihan, tanpa sadar maut mengintai.
Astaghfirullah!…..Lihatlah hari-hariku, Diriku hilir-mudik kesana kemari, membeli ini dan itu untuk kesenangan diri. Tubuh yang sehat membuatku merasa aman dari maut, padahal ia kadang datang di saat tanpa persiapan. Dan lihatlah diriku yang merasa masih muda dan masih memiliki keyakinan bahwa umur masih panjang dan kematian itu masih lama khan datang.
Hai diriku….lihatlah sekelilingmu !! orang-orang tua bangka sudah semakin sedikit, bukan? …..iya dalam hatiku menjawab, kebanyakan orang-orang telah mati di masa mudanya.
Wallahualam, hanya Allah SWT yang tahu, aku hanya mencoba menerka-nerka dan membayangkan seandainya adzab yang mereka dapatkan, betapa tersiksanya mereka. Iya, aku takut, aku takut tapi tetap kucoba kondisikan jiwaku untuk merasakan kekejaman malaikat yang menyiksa di alam kubur, ular besar yang mematuk-matuk karena lalai mengerjakan sholat.
Ku mencoba mengenang wajah-wajah orang yang kukenal yang telah wafat itu. Terbayang wajah-wajah mereka yang dulu penuh dengan kesenangan, kebahagian dan kesukesan, namun lalai..tapi aku tidak tahu kondisi mereka di sana. Terbayang mereka yang abid, rajin beribadah wajib maupun sunnah…tapi aku tidak tahu kondisi mereka disana. Terbayang wajah-wajah yang sedih karena cobaan yang menderanya…tapi lagi-lagi aku tak tahu apa yang sebenarnya pada mereka di sana. Kuhanya bisa mendoakan mereka..karena aku tidak tahu keputusanNya terhadap mereka.
Sekarang aku hanya tahu timbunan tanah telah menghapus sebagai tubuh mereka. Dahulu mereka sibuk dengan segala kegiatannya, berangan-angan untuk bisa hidup senang di dunia, bermain, tertawa-tawa tetapi mereka lalai dekat dan menghamba padaNya…dan lupa akan mati.
Dahulu mereka mereka gagah kesana-kemari sekarang kaki-kaki itu telah remuk. Dahulu mereka pandai bicara, sekarang lidah meraka telah lenyap digerogoti ulat tanah.
Akupun bertanya lagi pada diri ini, Apakah yang telah aku persiapkan? aku lupa akan kematian, aku memiliki angan-angan yang panjang di dunia ini ?
Astaghfirullah!…..akupun kebanyakan seperti mereka yang lalai.
Lihatlah hari-hariku, tidur disaat malam menjelang, tapi tak tersirat risau tak kembali dibangunkanNya.
Astaghfirullah!…..Lihatlah hari-hariku, pergi bekerja di pagi hati dan sepanjang siang, tetapi tanpa terselip rasa takut jikalau umur tak mencapai sore tiba. Dan lihatlah, aku menyia-nyiakan waktuku untuk kesia-siaan, senda gurau berlebihan, tanpa sadar maut mengintai.
Astaghfirullah!…..Lihatlah hari-hariku, Diriku hilir-mudik kesana kemari, membeli ini dan itu untuk kesenangan diri. Tubuh yang sehat membuatku merasa aman dari maut, padahal ia kadang datang di saat tanpa persiapan. Dan lihatlah diriku yang merasa masih muda dan masih memiliki keyakinan bahwa umur masih panjang dan kematian itu masih lama khan datang.
Hai diriku….lihatlah sekelilingmu !! orang-orang tua bangka sudah semakin sedikit, bukan? …..iya dalam hatiku menjawab, kebanyakan orang-orang telah mati di masa mudanya.
Pada diriku, pada kalian saudaraku yang saat ini sedang bersenang-senang menyaksikan keduniawian, menikmati hiburan dunia, ganggulah semua itu dengan mengingat kematian
Labels: agama adalah nasihat 0 comments
Jumat, Juni 4
mengadulah kepadaNya
Posted by abu arkan at 06.37 Jumat, Juni 4
Yang paling tahu dirimu (aibmu) adalah Allah, lalu dirimu sendiri, lalu orang terdekatmu,maka memohon ampunan dan petunjuklah kepadaNya
Bukan mengadu kepada orang-orang yang tak mengetahui engkau sebenarnya karena dirimu (aibmu) tak benar-benar terbuka kepadanya
Ketika mengadu kepadaNya jiwapun senantiasa jujur akan dirinya (aib) dan hati insyaAllah berniat akan memperbaiki diri
Namun ketika diri ini mengadu kepada yang tak mengetahui dirimu (aibmu), maka nasihat & dukunganpun hakikatnya tak mmbuat dirimu lebih baik
Maka banyak-banyak mengadulah kepada Allah agar mulia, jangan menjadi hina karena mengadu hanya kepada makhlukNya
Bukan mengadu kepada orang-orang yang tak mengetahui engkau sebenarnya karena dirimu (aibmu) tak benar-benar terbuka kepadanya
Ketika mengadu kepadaNya jiwapun senantiasa jujur akan dirinya (aib) dan hati insyaAllah berniat akan memperbaiki diri
Namun ketika diri ini mengadu kepada yang tak mengetahui dirimu (aibmu), maka nasihat & dukunganpun hakikatnya tak mmbuat dirimu lebih baik
Maka banyak-banyak mengadulah kepada Allah agar mulia, jangan menjadi hina karena mengadu hanya kepada makhlukNya
Labels: agama adalah nasihat 0 comments
Minggu, Mei 30
Doa agar terhindar dari sifat malas
Posted by abu arkan at 17.50 Minggu, Mei 30
Penurunan iman salah satunya membuat diri akan menjadi malas dalam melakukan aktivitas ibadah. Kemalasan dalam beribadah ini pada akhirnya juga akan menurunkan kembali keimanan, sehingga menjadi lingkaran tak berujung. Kemalasan dalam melakukan ibadah juga akan menjadi satu hal yang pada gilirannya akan di contoh oleh anak-anak. Akhirnya akan lahirlah generasi yang pemalas.
Rasulullah saw mengajarkan kita untuk berdoa agar terhindar dari sifat malas:
Artinya: “Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sempit dalam dada dan rasa gelisah. Aku pun berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari belenggu utang dan tekanan manusia:
Rasulullah saw mengajarkan kita untuk berdoa agar terhindar dari sifat malas:
Allahumma inna na’udzubika minal hammi wal hazan wana’udzubika minal ajzi wal kasal, wanau’dzubika minal jubni wal buhl, wanau’dzubika min ghalabatidaeni waqohri rijal.
Artinya: “Yaa Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa sempit dalam dada dan rasa gelisah. Aku pun berlindung kepada-Mu dari kelemahan dan kemalasan. Aku berlindung kepada-Mu dari sikap pengecut dan kikir. Aku berlindung kepada-Mu dari belenggu utang dan tekanan manusia:
Labels: dzikir dan doa 0 comments
Minggu, Mei 16
Al I'tirof
Posted by abu arkan at 19.03 Minggu, Mei 16
Ilaahi lastu lilfirdausi ahlan - walaa aqwaa ‘alannaaril jahiimi
fahabli taubatan waghfir dzunuubi - fa innaka ghoofirudz-dzambil ‘adziimi
Dzunuubi mitslu a’daadir rimaali - fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa ‘umrii naaqishun fiikulliyaumie - wa dzambii zaa-idun kaifahtimali
Ilaahi ‘abdukal ‘aashi ataaka - muqirron bidz-dzunuubi waqod da’aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun - wa in tadrud faman narjuu siwaaka
Syair Doa Abu Nawas
fahabli taubatan waghfir dzunuubi - fa innaka ghoofirudz-dzambil ‘adziimi
Ya Allah .. tidak layak aku masuk ke dalam sorga-Mu
tetapi hamba tiada kuat menerima siksa neraka-Mu
Maka kami mohon taubat dan mohon ampun atas dosaku
sesungguhnya Engkau Maha Pengampun atas dosa-dosa
Dzunuubi mitslu a’daadir rimaali - fahablii taubatan yaa dzaljalaali
wa ‘umrii naaqishun fiikulliyaumie - wa dzambii zaa-idun kaifahtimali
Dosa-dosaku seperti butiran pasir di pantai,
maka anegerahilah hamba taubat, wahai Yang Memiliki Keagungan
Dan umur hamba berkurang setiap hari,
sementara dosa-dosa hamba selalu bertambah, apalah dayaku
Ilaahi ‘abdukal ‘aashi ataaka - muqirron bidz-dzunuubi waqod da’aaka
fa in taghfir fa anta lidzaaka ahlun - wa in tadrud faman narjuu siwaaka
Ya Allah .. hamba-Mu penuh maksiat,
datang kepada-Mu bersimpuh memohon ampunan,
Jika Engkau ampuni memang Engkau adalah Pemilik Ampunan,
Tetapi jika Engkau tolak maka kepada siapa lagi aku berharap ?
Syair Doa Abu Nawas
Labels: dzikir dan doa 0 comments
Senin, Mei 10
kasihankah kita dengan mereka?
Posted by abu arkan at 00.54 Senin, Mei 10Setelah sekian tahun memeluk Islam, sungguh aneh rasanya jika kita masih berlindung dari kewajiban amar ma'ruf nahyi munkar dengan alasan masih awam dalam urusan agama. Tidakkah kita kasihan dengan mereka yang lalai, tidakkah kita takut saudara kita tersesat, tidakkah kita sedih saudara kita memahami pikiran yang liberal karena mereka mengenal islam dari orang-orang Liberal itu...mana rasa marah kita, ketika agama ini dipermainkan. menangiskah kita ketika adzan dikumandangkan , ketika lafadz iqomah ...Hayya alla shollaaaaa"....hanya segelintir orang yang memenuhinya....Semoga kita diberikan kekuatan agar tidak lagi berlindung di balik kelelahan meraup rizki dunia.
Labels: agamaadalahnasihat 0 comments
Langgan:
Entri (Atom)